
Setiap ruang yang tertutup akan retak
karena mengandung waktu yang selalu mengimbangi
Dan akhirnya akan meledak
bila tenaga waktu terus terhadang
Cintaku kepadamu Juwitaku
Ikhlas dan sebenarnya
Ia terjadi sendiri, aku tak tahu kenapa
Aku sekedar menyadari bahwa ternyata ia ada
Read the rest of this entry »
Ya… Aku memang bukan siapa-siapa

Hanya seorang insan dengan sepotong hati dan sekerat otak di kepala. Bisaku hanya meminta padaNya, berusaha dan lantas tawakkal. Senjataku, Sebilah iman di dada dan semangat di jiwa. Tak ada kata sempurna pada kata yang mengurai tentangku. Karena semakin terurai, diriku semakin lemah. Read the rest of this entry »
Malamku terantuk sepi, diantara kerling bintang pada rembulan. sebilah rindu kejam menusuk kalbu dan membiarkannya terluka tanpa terobati. kutumpahkan katakata ku pada secarik kertas putih tanpa noda, membiarkannya berderai melukis rasa yang sungguh aku tak mampu mengatakannya. Lampiaskan geram pada kepulan asap setelah bersemayam sejenak di dada ringkih teroyakku. Read the rest of this entry »
Kau melenggang aduhai dalam temaram malam yang menyisakan kepedihan. Tak kau hiraukan betapa ku bersimbah peluh menjauh dari mu, mencoba mengisi ruang kosong dalam hati dengan indah namaNya, lembut kasihNya, serta menikmati kerinduan yang sudah sepantasnya ku haturkan hanya untukNya. bukan untukmu……..
Sedangkan kau, dengan keindahanmu yang semu, datang tanpa ketuk pintu, cekoki aku dengan sebotol pilu rasa malu….. Read the rest of this entry »
Malam sedang sibuk menebar sepi ketika aku menyudut dalam keporak-porandaan kamarku. Melintas dengan gemulainya sebuah pertanyaan mendatangiku.
“apakah kau percaya pada jin, setan dan sebangsanya?”
“jelas…. ” jawabku
“takutkah kau padanya?”
“Sedikit….” Mencoba tutupi kepengecutanku.
“Pernahkah kau melihatnya?”
“sampai saat ini, Belum pernah”
“dari mana kau yakin mereka ada hingga pantas kau takuti?”
Read the rest of this entry »
Komentar