Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikenal dengan sebutan KBBI terbit pertama 28 Oktober 1988 saat Pembukaan Kongres V Bahasa Indonesia. Sejak itu kamus tersebut telah menjadi sumber rujukan yang dipercaya baik di kalangan pengguna di dalam maupun di luar negeri. Setiap ada permasalahan tentang kata, KBBI selalu dianggap sebagai jalan keluar penyelesaiannya. Selain muatan isi, KBBI memang disusun tidak sekadar sebagai sumber rujukan, tetapi menjadi sumber penggalian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta peradaban Indonesia. Oleh karena itu, rujukan tersebut kemudian semakin mengakar di dalam kehidupan berbahasa Indonesia walaupun upaya penyempurnaan isi tidak selamanya mengimbangi perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Read the rest of this entry »
Facebook memang keren dan fenomenal, dengan situs pertemanan ini, kita bisa ketemu teman lama, saudara atau bahkan mencari teman baru dengan tampilan dan fasilitas pendukung yang lengkap, facebook bisa dengan mudahnya mengalahkan friendster yang merupakan situs pertemanan yang paling lama bertahan. Dalam hati, saya berpikir andai saja facebook diciptakan oleh orang Indonesia, mungkin nama Indonesia akan ikut terbawa tenar. Akhirnya, iseng-iseng saya bertanya ke syeh Google (hehehe) tentang situs pertemanan buatan Indonesia. Hasilnya cukup mengagetkan! Ternyata ada beberapa situs pertemanan buatan Indonesia.
Temanster : Mirip dengan Friendster, hanya saja tampilannya kurang menarik
Sohib : Belum sempat membuka, ternyata udah di suspend duluan
Fupei : cara kerjanya mirip friendster, dengan fasilitas yang lumayan lengkap. Bisa ganti-ganti layout dan yang paling menarik adalah menu bahasanya tersedia dalam berbagai bahasa daerah seperti jawa, sunda, betawi dan lain-lain.
Bambuzz : Amat sangat mirip dengan Facebook. Dengan warna backround yang berbeda (orange). Saya belum sempat mencobanya. Tapi menurut Balbatech Network (perusahaan yang membuat bambuzz), Bambuzz sengaja diciptakan sangat mirip dengan Facebook, hampir semua fitur di facebook terdapat juga di Bambuzz, upload foto, video, chatting, pesan, game, dll.
Dari keempat situs pertemanan ciptaan Indonesia di atas, ada satu persamaan yaitu semuanya meniru hasil ciptaan orang lain kecuali Fupei yang bisa dikatakan berbeda dengan yang lain. Tapi, mungkin kita bisa sedikit berbangga dengan hal ini. Minimal kita bisa menggunakan karya anak bangsa sendiri dan tidak ada salahnya kalau kita sedikit nasionalis dengan menggunakan produk sendiri, di China hampir tidak ada yang menggunakan Facebook karena lebih memilih Xiaonei situs pertemanan besar di China. Ingin mencoba?
Komentar